6 Kisah Cinderella dalam Dunia Sepak Bola Eropa

bukan halangan bagi tim sepak bola untuk mengukir prestasi. Leicester City baru saja membuktikannya. Bak dongeng Cinderella, The Foxes yang awalnya dipandang sebelah mata justru keluar sebagai juara Premier League 2015-16.

Cinderella merupakan dongeng yang sangat terkenal. Ceritanya berkisah tentang pembantu rumah tangga yang selalu dikucilkan oleh ibu dan saudara-saudara tirinya. Namun meski hidup dalam caci-maki, Cinderella justru yang berhasil menikahi pangeran.

Kisah ini kerap dikaitkan dengan perjalanan tim semenjana dalam mengukir prestasi. Dongeng pengantar tidur ini juga semakin menguatkan anggapan tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola.

Di sepak bola, kisah-kisah seperti ini tidak hanya milik

Leicester City

saja. Sejumlah klub juga pernah mengalaminya. Bahkan di level timnas juga ada. Salah satunya, kisah timnas Portugal pada Piala Eropa 2016 lalu. Tampil tidak mengesankan selama babak penyisihan, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan justru akhirnya keluar sebagai juara mematahkan prediksi para pengamat.

Berikut ini enam kisah Cinderella dalam sepak bola Eropa.

Wimbledon (1988)

Meskipun Wigan Athletic pernah mengejutkan setelah mengandaskan Manchester City di final Piala FA 2013 lalu, cerita Wimbledon masih lebih menarik. Kisah Wimbledon berlangsung di era 1980.

Sebelas tahun lalu, tim ini masih berlaga di kompetisi amatir. Meski demikian, bersama Lawrie Sanchez dan Dave Beasant, Wimbledon mampu mengejutkan dunia usai merebut Piala FA. Di babak final, Wimbledon mampu mengalahkan Liverpool.

Blackburn Rovers (Liga Inggris 1994-95)

Di era 1990-an, dominasi Liverpool dan Manchester United sangat terasa di Liga Inggris. Namun tim yang awalnya tidak diunggulkan, Blackburn Rovers justru mampu merangsek ke barisan depan.

Diasuh oleh Kenny Dalglish, Rovers berhasil unggul satu poin pada pekan terakhir liga dari Manchester United. Keseruan pun berlangsung hingga penghujung kompetisi. Rovers sendiri harus kalah 1-2 dari Liverpool. Beruntung, dalam laga lain, Man United hanya bermain imbang 1-1 melawan West Ham United. Ini merupakan gelar perdana Rovers sejak pertama kali didirkan, 1913 lalu.

Liga Inggris

Nottingham Forest (Divisi Utama 1977-78)

Tim ini  pernah membuat sensasi dengan menjuarai Divisi Utama Inggris, 1977-78 silam. Clough berada di balik sukses Nottingham.

Ya, dia berhasil meracik dan melahirkan beberapa nama besar seperti John McGovern hingga Peter Shilton. Nottingham berhasil juara pada musim tersebut meski baru saja promosi ke Divisi Utama.

Pasukan Clough berhasil unggul tujuh poin pada akhir musim dari Liverpool yang ada di urutan dua. Mereka sekaligus memutus dominasi The Reds kala itu.

Leicester City (Liga Inggris 2015-6)

Tak diragukan lagi, Leicester City membuat cerita ini dikaitkan dengan dongeng Cinderella. Hal itu terjadi musim ini dari sensasi yang diciptakan Claudio Ranieri di Leicester City.

Untuk kali pertamanya dalam sejarah 132 tahun berdirinya klub, Leicester memenangi titel Premier League dan menghancurkan banyak prediksi di awal musim. Tentu, hal ini sangat menggugah banyak perhatian publik.

Sebab, The Foxes yang musim sebelumnya mencari poin berjuang lari dari jerat zona degradasi, kini menjadi juara Premier League. Capaian Leicester sangat spesial di dunia sepak bola modern ini, di mana uang berbicara, dan kisah heroik Leicester ini menjadi sorotan dunia.

Liga Spanyol

Deportivo La Coruna (La Liga 1999-2000)

Dalam kompetisi La Liga, publik dunia tentu sudah tahu akan didominasi oleh Real Madrid dan Barcelona. La Liga juga dibayangi oleh Atletico Madrid dan Valencia yang sesekali memberi efek kejut.

Akan tetapi, Deportivo La Coruna berhasil memutus anggapan itu. Diasuh oleh Javier Irureta, dengan pemain seperti Diego Tristan, Djalminha, hingga Roy Maakay, La Coruna sukses meraih gelar La Liga pertama dengan unggul lima angka dari Barcelona dan Valencia.

Gelar juara ini tentu prestasi yang membanggakan. Sebab, Coruna merupakan kota terkecil kedua di Spanyol dengan populasi hanya 250 ribu masyarakat saja. Tentu ini adalah musim terbaik bagi Coruna.

EURO

Yunani (Piala Eropa 2004)

Negeri Dewa awalnya hanya dipandang sebelah mata. Sebab sebelumnya, Yunani jarang berbicara banyak di pentas Eropa.

Namun 2004, Yunani merusak dominasi raksasa-raksasa Benua Biru, seperti Prancis, Jerman, serta tuan rumah Portugal. Yunani lolos dari fase grup setelah unggul selisih gol. Kemudian, Yunani menyingkirkan Prancis, Republik Ceko dan Portugal.

Alhasil, mereka sukses merengkuh gelar juara Eropa untuk kali pertama.