9 Pemain dari Liga Indonesia yang Tampil di Liga Malaysia 2017

Malaysia Super League (Liga Super Malaysia), yang jadi kasta tertinggi dalam pentas sepak bola Malaysia, mulai bergulir pada Jumat (20/1/2017) ini, diawali partai Johor Darul Ta’zim versus Kedah FA. Sebanyak 12 klub sudah siap berjibaku menjadi yang terbaik.

Dari 12 klub itu, ada beberapa yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia. Semisal, Terengganu FC II (T-Team) yang dilatih Rahmad Darmawan. Bahkan, tim pelatih di T-Team hampir semuanya diisi sosok asal Indonesia.

Kemudian di PKNS, ada Safee Sali, yang juga ternama di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Pasalnya, Safee Sali pernah membela beberapa klub di Indonesia beberapa tahun silam.

Begitu pula dengan Melaka United, yang mengandalkan Ilija Spasojevic. Striker yang hingga kini masih menjalin hubungan baik dengan bobotoh Persib. Melaka United kini juga dilatih pelatih yang pernah membesut klub Indonesia, Eric Williams.

Ilija Spasojevic jadi eks pemain asing yang pernah bermain di klub Indonesia yang memilih hijrah ke kompetisi Negeri Jiran.

Belum lagi, Andik Vermansah juga tercatat masih jadi bagian Selangor FA untuk kompetisi musim 2017. Kendati, di awal musim, pemain sayap asal Jember, Jatim itu dipastikan masih belum bisa bermain lantaran masih harus menjalani pemulihan cedera posterior cruciate ligament yang dialaminya kala membela Timnas Indonesia di final leg pertama Piala AFF 2016.

Baik Ilija Spasojevic maupun Andik Vermansah sudah bermain di kompetisi Malaysia sejak beberapa tahun terakhir. Spaso sejak akhir 2015 sudah bersama Melaka sementara Andik bergabung dengan Selangor FA sejak awal musim 2014.

Kompetisi Malaysia musim 2017 juga masih diramaikan pemain Indonesia atau pemain asing yang pernah berkiprah di negeri ini. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya, seperti dihimpun Bola.com dari berbagai sumber hingga Jumat (20/1/2017).

Sebagai catatan, bisa saja daftar ini akan bertambah mengingat operator liga Malaysia masih membuka pendaftaran untuk para pemain di kompetisi Malaysia 2017 hingga Minggu (22/1/2017).

1. Reinaldo Lobo

Reinaldo Lobo bermain di Penang FA, klub peserta Malaysia Super League, sejak musim 2015. Bek 28 tahun ini masih dipertahankan Penang FA untuk musim kompetisi 2017. Kendati, tim pelatih di klub berjulukan Harimau Kumbang ini sudah berganti pelatih.

Reinaldo Lobo bergabung dengan Penang FA sejak pertengahan November 2014 setelah menyelesaikan satu musim bersama Mitra Kukar. Lobo hijrah ke Penang menyusul Alberto Goncalves. Penang FA kala itu dilatih Jacksen F. Tiago.

Pada musim pertamanya di Malaysia Premier League pada 2015, Lobo membawa Penang FA promosi ke kasta tertinggi dengan jadi runner-up di kasta kedua. Kemudian di Malaysia Super League 2016, langkah Harimau Kumbang tertatih-tatih dengan hanya berada di peringkat ke-10 atau nyaris terdegradasi.

2. Abdoulaye Maiga

Abdoulaye Maiga pada 2017 ini menjalani musim keduanya di Malaysia Super League. Bek asal Mali ini bergabung dengan Terengganu FC II (T-Team) pada awal Desember 2015. Maiga meninggalkan Sriwijaya FC dan menerima tawaran Rahmad Darmawan yang jadi pelatih kepala klub yang bermarkas di Kuala Terengganu itu.

Musim 2017 ini, Maiga terpaksa berpisah dengan saudara iparnya, Makan Konate. Keduanya sebenarnya masuk skema pemain yang dipertahankan untuk musim 2017 usai musim 2016, namun hanya Maiga yang bertahan. Makan Konate memutuskan mundur karena ingin memulihkan cedera.

Pada musim 2016, Abdoulaye Maiga membawa T-Team ke semifinal Piala Malaysia serta finis di urutan ketujuh dari 12 peserta Malaysia Super League.

3. Safee Sali

Nama Safee Sali masih akrab bagi kalangan penggemar sepak bola Indonesia, kendati striker timnas Malaysia itu terbilang sudah lama meninggalkan pentas sepak bola Indonesia.

Hingga kini sepak terjang Safee Sali di negara asalnya, Malaysia, masih jadi perhatian di Indonesia. Hal itu tidak lepas dari banyaknya fans pemain 32 tahun di Tanah Air.

Pasalnya, Safee Sali pernah jadi idola kala memperkuat klub Indonesia seperti Pelita Jaya dan Arema dalam durasi 2010 hingga akhir 2013. Pada musim 2017, Safee Sali akan memperkuat PKNS FC, klub anyarnya setelah ia meninggalkan Johor Darul Ta’zim yang dibelanya sejak 2013 hingga musim 2016.

4. Kiko Insa

Sejauh ini Kiko Insa tampaknya belum berjodoh dengan sepak bola Indonesia. Terbilang sebentar bermain bersama Arema dan Bali United pada musim 2016, pemain dengan nama lengkap Fransisco Javier Insa Bohigues akhirnya berkiprah di liga Malaysia.

Hal itu setelah pemain 28 tahun didepak baik oleh Arema pada akhir Februari 2016 maupun Bali United saat perhelatan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo berjalan.

Kiko Insa sempat pulang ke negara asalnya, Spanyol, hingga akhirnya ia menemukan pelabuhan baru bersama klub peserta Malaysia Super League 2017, Pahang FA. Musim 2017 bakal jadi musim pertama pemain asal Spanyol itu di pentas sepak bola Malaysia. Akankah Kiko Insa berkibar di Malaysia?

5. Diogo Ferreira

Satu lagi pemain yang akan menjalani kiprah perdana di kompetisi Malaysia adalah eks bek Persib Bandung, Diogo Ferreira. Diogo Ferreira tercatat membela tim Maung Bandung pada putaran kedua Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Meski hanya bermain beberapa bulan saja bersama Persib, namanya sudah cukup melekat di hati bobotoh. Namun usai TSC 2016, pemain bernama lengkap Diogo Alexandre Alves Ferreira ini dilepas Persib.

Tidak butuh waktu lama bagi bek 27 tahun ini mendapatkan klub anyar, kendati ia harus bertualang hingga ke Malaysia. Diogo Ferreira bakal membela Penang FA di Malaysia Super League 2017. Dipastikan bek asal Australia ini akan bahu-membahu dengan Reinaldo Lobo di lini pertahanan tim Harimau Kumbang.

6. Ilija Spasojevic

Banyak fans Persib Bandung yang masih mengharapkan Ilija Spasojevic kembali memperkuat Persib. Namun, keinginan itu dipastikan tidak terwujud karena Spaso memilih bertahan di Melaka United. Musim 2017 akan jadi musim keduanya di kancah sepak bola Negeri Jiran.

Musim pertama, 2016, dilalui Spaso dengan sensasional. Penyerang asal Montenegro ini jadi kapten, pencetak gol terbanyak di Malaysia Premier League, mendapat gelar dari Pemerintah Melaka, dan paling membanggakan: membawa Melaka United promosi ke Malaysia Super League dengan status juara.

Hal itu berarti Melaka United hanya perlu satu musim untuk bermain di kasta tertinggi sepak bola Malaysia setelah berstatus tim promosi di Malaysia Premier League 2016.

Tantangan Ilija Spasojevic di musim 2017 dipastikan meningkat karena akan jadi pentas pertamanya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Malaysia. Akankah Malaysia Super League 2017 dilalui dengan gemilang oleh Spaso seperti musim lalu?

7. Alan Aciar

Mantan pemain Persija Jakarta, Alan Aciar, resmi bergabung dengan klub peserta Malaysia Premier League (kompetisi kasta kedua), MISC-MIFA FA, untuk musim 2017. Alan dikontrak selama satu musim oleh klub yang baru berdiri pada 2014 itu.

Nama Alan Aciar dikenal publik sepak bola Indonesia saat tampil membela tim Macan Kemayoran di pentas Piala Presiden 2015. Setelah dilepas Persija pada September 2015, kiprah Alan Aciar tidak lagi terdengar di jagat sepak bola Indonesia hingga awal tahun ini pemain asal Argentina itu bergabung dengan MISC-MIFA FA.

8. Steven Imbiri

Steven Imbiri, eks pemain Persiram Rajaampat dan Persela Lamongan bakal mencicipi atmosfer sepak bola Malaysia dengan berlabuh di MISC-MIFA FA.

Pemain 29 tahun itu akan jadi rekan setim eks pemain Persija Jakarta, Alan Aciar. Sama seperti Alan Aciar, Steven juga dikontrak berdurasi semusim untuk musim 2017.

MISC MIFA jadi klub Malaysia pertama pemain sayap ini. Malaysia Premier League 2017 juga bakal jadi pentas perdana Steven Imbiri di pentas sepak bola Malaysia.

Akankah Steven Imbiri mencatatkan jejak keberhasilan, sama seperti pemain-pemain Indonesia lainnya yang berkiprah di Malaysia, semisal Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy? Menarik ditunggu.

9. Andik Vermansah

Musim 2017 akan jadi musim keempat Andik Vermansah berkiprah di liga Malaysia bersama Selangor FA. Andik bermain kali pertama di Negeri Jiran pada musim 2014.

Di musim pertamanya, Andik ikut membawa Selangor jadi runner-up Malaysia Super League. Pada musim 2015, Selangor finis di urutan ketiga, lantas di musim 2016 finis di urutan kelima. Selama dua musim beruntun, 2015 dan 2016, Andik turut membawa Selangor ke final Piala Malaysia.

Pada musim 2016, Andik mendapatkan kepercayaan jadi kapten tim berjulukan The Red Giants itu. Hal itu menandakan pentingnya sosok Andik bagi Selangor FA.

Namun, di awal musim 2017 ini, Andik Vermansah harus rela jadi penonton karena masih dalam tahap pemulihan cedera PCL yang dialaminya saat memperkuat Timnas Indonesia di leg pertama final Piala AFF 2016 melawan Thailand (14/12/2016).