Agen Betting Bola Indonesia, Ini Calon Kiper-Kiper Masa Depan di Sepak Bola Dunia

Agen Betting Bola Indonesia

Gianluigi Buffon (Juventus) dan Iker Casillas (FC Porto) telah memasuki masa-masa akhir berkarier dalam sepak bola. Kiper Bayern Munchen Manuel Neuer dianggap sebagai kiper terbaik dunia saat ini.

Setelah Neuer, beberapa kiper lain juga disebut memiliki kemampuan komplet, seperti Thibaut Courtois (Chelsea), David de Gea (Manchester United), maupun Jan Oblak (Atletico Madrid). Kini, muncul nama Gianluigi Donnarumma yang masih berusia muda.

Donnarumma sudah menjadi kiper andalan AC Milan, klub pemegang tujuh kali trofi Liga Champions. Meski belum bisa tampil konsisten, Donnarumma terbukti sudah merasakan pengalaman internasional bersama tim nasional Italia.

Posisi penjaga kiper memang cukup krusial dalam sebuah tim. Seorang kiper dituntut mampu tampil tenang dan terus fokus sepanjang pertandingan. Namun, sudah banyak kiper-kiper muda yang siap mendobrak kemapanan para kiper papan atas dunia. Siapa saja mereka?

Berikut ini adalah calon kiper-kiper muda berbakat di dunia sepak bola:

1. Gianluigi Donnarumma, 18 tahun (AC Milan)

Musim 2015-2016 menjadi musim debut Gianluigi Donnarumma. Pelatih AC Milan saat itu Sinisa Mihajlovic memercayai pos penjaga gawang tim kepada Donnarumma.

Donnarumma mampu menggeser dua kiper yang lebih senior, Diego Lopez dan Christian Abbiati. Donnarumma melakoni 30 laga Serie A sepanjang musim lalu. Kini, Donnarumma sudah menjadi kiper utama I Rossoneri.

Banyak yang membandingkan kiprah Donnarumma seperti Gianluigi Buffon saat masih berseragam Parma. Donnarumma pun disebut sebagai pengganti sepadan Buffon di timnas Italia.

Donnarumma terbukti memiliki kepercayaan diri tinggi ketika bermain. Meski kadang melakukan blunder, Donnarumma tidak patah semangat dan berusaha tampil lebih baik lagi. AC Milan dan timnas Italia menaruh harapan besar kepada Donnarumma.

2. Alban Lafont, 18 tahun (FC Toulouse)

Gianluigi Donnarumma bukan satu-satunya kiper berusia di bawah 20 tahun yang mencuri perhatian. Di Prancis, tepatnya klub FC Toulouse, Alban Lafont telah lebih dulu menjadi primadona.

Lafont menjalani debut sebagai pemain profesional ketika menghadapi OGC Nice pada 28 November 2015. Saat itu, usia Lafont baru 16 tahun 310 hari yang menjadikannya kiper termuda sepanjang sejarah Ligue 1.

Karier Lafont tidak hanya “menumpang lewat”. Lafont dipercaya tampil sebanyak 24 laga Ligue 1 pada musim lalu. Kini, Lafont sudah menjadi kiper utama Toulouse.

Pada 23 September 2016, Lafont membuka mata dunia saat membawa Toulouse menang 2-0 atas Paris Saint-Germain. Pemain sekaliber Edinson Cavani dibuat mati kutu oleh penampilan gemilang Lafont di bawah mistar.

Tak hanya sekali, Lafont kembali tampil hebat saat Toulouse gantian bertandang ke markas PSG, 19 Februari 2017. Tidak ada satupun gol dari para pemain PSG yang bersarang di gawangnya. Lafont mampu menjaga gawangnya dari kebobolan dalam dua laga kontra juara bertahan.

3. Caique, 19 tahun (EC Vitoria)

Brasil terkenal sering mengorbitkan para pemain hebat, terkecuali dari posisi penjaga gawang. Brasil jarang memiliki kiper berbakat.

Bisa dihitung jari siapa saja kiper Brasil yang bisa disebut kiper hebat. Dari nama-nama yang ada, orang tentu mengingat kiper-kiper seperti Gilmar, Rogerio Ceni, Claudio Taffarel, Dida, maupun Julio Cesar.

Kini, kiper nomor satu Brasil adalah Alisson Becker. Namun, Alisson hanya menjadi penghangat bangku cadangan di AS Roma. Sungguh ironis negara seperti Brasil memiliki kiper utama yang hanya menjadi cadangan di klub.

Namun, Alisson patut mewaspadai sepak terjang Caique. Kiper milik EC Vitoria itu disebut sebagai calon kiper masa depan Brasil. Berusia masih 19 tahun, Caique sudah menjadi kiper utama Vitoria.

Caique dikabarkan sudah menjadi incaran klub Eropa, Benfica. Jika pindah, Caique bisa belajar banyak karena Julio Cesar kini menjadi penjaga gawang Benfica.

4. Mile Svilar, 17 tahun (Anderlecht)

Rasanya tak lama lagi Mile Svilar bisa menjadi penjaga gawang utama Anderlecht. Klub Belgia itu dikenal sering memercayai para pemain muda sejak usia dini.

Romelu Lukaku pernah merasakan menjadi pemain andalan Anderlecht pada usia belia. Saat ini, Anderlecht punya gelandang masa depan Belgia, Youri Tielemans. Untuk posisi penjaga gawang, Svilar, bisa menjadi pilihan masa mendatang.

Svilar merupakan anak penjaga gawang Serbia, Ratko Svilar. Sang ayah yang pernah membela Yugoslavia (nama lama Serbia) menjadi panutan sang pemain. “Saya belajar banyak dari ayah. Saya memiliki kemiripan dengannya. Saya lincah dan kini fokus berlatih demi menjadi kiper lebih baik lagi,” kata Svilar Jr.

Svilar menjadi andalan timnas Belgia U-17 yang saat ini diasuh Thierry Siquet. “Setiap pemain menghargai satu sama lain. Namun, Svilar datang penuh percaya diri ke ruang ganti. Dia satu di antara kiper terbaik pada usianya sekarang,” kata Siquet.

5. Christian Fruchtl, 17 tahun (Bayern Munchen)

Masa Manuel Neuer belum habis di Bayern Munchen ataupun timnas Jerman. Namun, jika saat itu datang, maka Jerman bisa mengandalkan Christian Fruchtl.

Fruchtl diklaim sebagai kiper keempat Bayern Munchen setelah Neuer, Sven Ulreich, dan Tom Starke. Ketiga kiper itu memiliki usia jauh di atas Fruchtl.

Neuer memperkirakan Fruchtl akan menjadi kiper masa depan Jerman. Neuer memberikan banyak saran kepada Fruchtl yang memiliki ukuran kaki 48 itu.

“Dia bisa belajar banyak dari saya maupun Starke dan Ulreich. Dia telah berlatih baik, penuh motivasi, dan mau mendengarkan saran. Dia sadar masih butuh meningkatkan kemampuan. Namun bukan hanya dia, kiper berpengalaman pun butuh itu,” kata Neuer.