Real Madrid Juara Paruh Musim, Akankah Berlanjut Hingga Akhir Musim?

Real Madrid bahkan tidak perlu untuk memainkan pertandingan ke-19 mereka untuk mengamankan posisi mereka sebagai juara paruh musim La Liga 2016-17. Kemenangan 2-1 atas Malaga membuat pasukan Zinedine Zidane unggul empat poin atas peringkat kedua Sevilla, yang baru akan bermain Minggu (22/1).

Madrid memulai musim ini dengan empat kemenangan beruntun, tapi tiga hasil imbang berikutnya mulai membunyikan alarm di Chamartin. Namun, delapan kemenangan beruntun dan satu hasil imbang di Camp Nou memberikan mereka takhta pimpinan di klasemen La Liga, meski akhirnya keunggulan mereka harus terpangkas tiga poin sebagai akibat dari kekalahan mereka dari Sevilla pekan lalu.

Kemenangan atas Malaga memberikan Los Blancos perolehan angka menjadi 43 poin, meninggalkan Sevilla yang duduk diperingkat kedua dengan 39 poin dan Barcelona di tempat ketiga dengan 38 poin.

Baik Barca dan Sevilla baru akan memainkan pertandingan ke-19 mereka pada hari Minggu ini, tapi Real Madrid dijamin akan tetap berada di atas setelah mereka masih memiliki satu pertandingan sisa. Pertandingan tersebut, yakni melawan Valencia, ditunda karena partisipasi klub ibu kota Spanyol itu di ajang Piala Dunia Antar Klub.

Meski begitu Real Madrid masih harus berhati-hati. Terakhir kali mereka jadi juara paruh musim pada 2014-15 di bawah arahan Carlo Ancelotti, Los Blancos tampil berantakan setelahnya dan menyerahkan gelar juara kepada Barcelona.

Namun, gelar juara La Liga terbaru bagi Los Blancos, yang datang pada musim 2011/12 bersama Jose Mourinho sebagai arsitek mereka, juga diawali dengan kepemimpinan mereka di paruh musim pertama.