Selamat Ulang Tahun ke-46, Pep Guardiola

Pep Gurdiola genap berusia 46 tahun pada hari ini, Selasa (18/1/2017). Namun di hari lahirnya ini Guardiola tidak dalam suasana hati yang baik.

Guardiola salah satu pelatih tersukses di dunia – setidaknya sampai musim panas lalu sebelum dia resmi melatih City. Masih terbilang sangat muda, dia tercatat sudah mengoleksi 21 trofi dari dua klub yang sudah dilatih: Barcelona dan Bayern Munich.

Sukses bersama klub asal Spanyol dan Jerman tersebut membuat Guardiola tertantang untuk merasakan atmosfer liga terbaik dunia, yakni Liga Primer Inggris. City pun menyambut keinginan itu.

Di Etihad Stadium, pada awalnya, semua berjalan sangat baik. City sukses berlari kencang dengan meraih kemenangan di enam pertandingan awal Liga Primer Inggris. Pujian pun seketika mengalir kepada Guardiola dan tim.

Uniknya, saat mendapat pujian ia justru berharap City meraih kekalahan. Guardiola beranggapan bahwa hanya kekalahan yang bisa bikin City terus jadi kuat.

“Orang-orang harus mengerti bahwa kami tidak akan bisa terus menang, kami akan menelan kekalahan. Dan kalah dibutuhkan untuk menjadi lebih baik, meningkatkan permainan Anda,” tutur Guardiola, yang dikutip Four Four Two pada September lalu.

Entah sial atau mujur. Kurang dari satu minggu setelah Guardiola mengucapkan kalimat itu City tunduk 0-2 di tangan Tottenham Hotspur, dan ‘Manchester Biru’ ditahan imbang pada dua laga selanjutnya.

Mulai saat itu penampilan City seperti roller coaster. Teranyar mereka dibuat babak belur oleh Everton. Kekalahan 0-4 di Goodison Park semakin menyulitkan langkah The Citizens menuju tangga juara Liga Primer Inggris.

Kritikan terkait pola permainan dan keputusan menyingkirkan Joe Hart dialamatkan kepada Guardiola. Namun, ia sudah lebih dulu berikrar jika dirinya lebih baik mundur daripada mengubah gaya main. Ketegasan itu ia ucapkan usai dihantam 0-4 dari Barcelona di Liga Champions.

“Saya tidak mau mengubahnya. Jika memang strategi itu tidak berjalan musim ini dan musim depan lebih baik saya pergi,” tegas Guardiola, yang dikutip Supersport Oktober lalu.

“Saya meraih 21 gelar dalam tujuh tahun terakhir. Artinya setiap musim saya memenangkan tiga gelar dengan pola yang sama, jadi strategi ini bagus. Anda bisa lihat sendiri strategi saya berhasil pada masa lalu,” tandasnya.

Sah-sah saja jika Guardiola mengklaim keberhasilan pola permainannya. Namun ia harus membuka mata jika sampai saat ini pola itu tidak berjalan mulus di iklim sepakbola Inggris. Mungkin sudah saatnya Guardiola melakukan eksperimen baru, yang bisa disesuaikan dengan sepakbola Inggris, bukan lagi mengingat kesuksesan di masa lalu.

Guardiola tengah menjalani periode terberatnya sebagai seorang pelatih saat ini. Tapi khusus hari ini, di hari ulang tahunnya, dia harusnya bergembira – meski entah akan bertahan berapa lama.

Selamat ulang tahun, Guardiola!