Toni Kroos Kukuh Di Puncak Sebagai Raja Umpan di Daratan Eropa

Toni Kroos yang membuat sembilan assist buat Real Madrid sejauh ini adalah raja umpan Eropa. Dari lima liga elit Eropa, hanya sosok Kevin De Bruyne (Manchester City) yang menyamai capaian kakak pemain Union Berlin, Felix Kroos itu.

Bakat Kroos ini dimatangkan bersama Hansa Rostock ketika berusia 12 tahun. Cemerlang di Rostock, Kroos pun menjadi kapten Jerman U-17 di Piala Dunia U-17 2007 di Korsel. Kroos yang mendapat gelar pemain terbaik atau Golden Ball membawa Jerman meraih posisi ketiga.

“Fokuskan perhatianmu kepada pemain bernomor 10 itu. Dia akan menjadi pemain besar buat Bayern (Muenchen) dan Jerman,” kata Franz ‘Der Kaiser’ Beckenbauer kepada legenda Jerman lainnya Gerd Muelller seperti diberitakan Bundesliga Fanatics.

Saat itu keduanya sedang berada di tribun VIP Seoul Stadium, Seoul untuk menonton perebutan tempat ketiga antara Jerman versus Ghana di Piala Dunia U-17. Dan Jerman memukul Ghana dengan skor 2-1. Kroos menyumbang satu gol di menit ke-17.

Kecermelangan Kroos di Piala Dunia U-17 membuatnya lantas diangkat masuk tim utama Bayern. Pada debutnya di Bundesliga 26 September 2007 lalu, Kroos langsung jadi bagian penting Bayern yang menghancurkan Energie Cottbus lima gol tanpa balas. Kroos membuat dua assist dalam laga itu.

Dari debutnya tersebut Kroos lantas ditahbiskan sebagai pemain termuda buat Bayern di kancah profesional dengan usia 17 tahun, delapan bulan, dan dua hari.

Kemampuan Kroos sebagai gelandang serba bisa terasah saat dipinjamkan ke Bayr Leverkusen musim 2009-2010. Disanalah Kroos bertemu mentor utamanya Jupp Henyckes. Sebelum dipinjamkan, Kroos sempat disia-siakan oleh Louis Van Gaal yang memegang kendali Bayern musim sebelumnya.

Dan Henyckes yang sadar kemampuan istimewa Kroos, visioner alam menyerang juga kuat dalam pertahanan, memaksa Kroos menambah ekstra latihan berupa passing di Leverkusen.

Henyckes pun yang kemudian menangani Bayern musim 2011-2013 mematangkan permainan Kroos. Dengan style double pivot ala Henyckes, Kroos ditandemkan dengan Bastain Schweinsteiger.

Ketika Schweinsteiger membantu penyerangan maka Kroos turun ke belakang melindungi duet bek tengah. Pun begitu sebaliknya. Schweinsteiger dan Kroos menjadi mata rantai buat pertahanan dan penyerangan Bayern. Juara Liga Champions 2012-2013 termasuk cerita sukses keduanya.

“Kroos adalah pemain yang sangat spesial buat tim manapun yang dibelanya. Dia punya bakat berupa visi bermain cerdas yang tak dimiliki oleh semua pemain,” puji Henyckes.